Gresik Kotaku yang belum hijau31 tahun lamanya aku hidup di kota gresik, namun sayang selama ini kota ku yang banyak di isi pabrik-pabrik besar yang kiranya dapat membantu kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Gresik’ ternyata hanya polusi yang sangat buruk yang justru di dapat, kotaku yang dulunya asri sekarang justru gersang karena polusi, daerah-daerah lain sudah mulai menghijaukan kotannya’ malah kotaku sendiri yang gersang kering kerontang buat Pemda Gresik mana nyalimu untuk menghijaukan kota Gresik jangan melempeng terus.
Subandono
tjampuhan76@yahoo.co.id
Grseik
ip 125.164.1.19
(dari pembaca, HU Surya Rabu 23 Januari 2008)
Ini kali ketiga di awal 2008 saya kembali menemukan keluhan warga ngGresik tentang kotanya yang semakin hijau, sebelumnya sudah dua kali saya membacanya di kolom Kepada Pejabat pada halaman Suara Indonesia (sindo) edisi Jawa Timur (hanya saja saya lupa, kapan dimuat jadi tidak bisa saya lampirkan di sini). Isinya senada dan seirama tentang kurangnya perhatian dari pemkab mungkin lebih khususnya Dinas Pertamanan Gresik.
Pada surat Kepada Pejabat yang pertama kali saya baca di Sindo, penulis mempertanyakan komitmen dari pemkab dan dinas pertamanan untuk menghijaukan kota, sebab sudah sering dan berkali-kali ada gerakan penghijauan tapi tanamannya tidak pernah bisa tumbuh dan berkembang buntut dari tidak adanya perawatan (tidak pernah disiram) untuk masalah ini pejabat terkait dari dinsa pertamanan telah dikonfirmasi dan tidak membantah bahwa kenyataannya memang seperti itu, tanaman penghijauan dari berbagai acara penghijauan dan berbagai bakti lingkungan dari perusahaan-perusahaan di Gresik memang selalu mati sebab dinas pertamanan mengaku kesulitan mendapatkan air tawar. Yang lebih seru lagi penulis surat ini menuduh (mungkin dia cuman guyon, tapi sok serius) bahwa pemkab dan dinas pertamanan sebenarnya tidak pernah melakukan penghijauan sebab yang ditanam adalah pohon sewaan yang begitu acara penghijauan beserta segala seremoninya selesai dikembalikan lagi ke bakul kembang dan tanaman. Makanya setiap penghijaun gak pernah ada hasilnya.
Surat yang kedua dari warga Duduk Sampeyan perbatasan dengan kabupaten Lamongan yang mempertanyakan apa tujuan membangun taman (jalur hijau) yang kemudian dibiarkan terbengkalai sampai semua tanaman dan pohon yang ditanam kering tidak pernah lagi di urusi. Bukannya malah bikin indah tapi malah bikin kotor lingkungan mereka. (kalo udah tau pemerintah gak ngurusi mbok warga ngalahi ngerawat mas,…tapi warga pasti kesulitan air tawar juga ya).

peyek berkata,
Januari 24, 2008 @ 9:15 am
loh.. kemarin katanya ada rencana mbangun taman kota senilai 3 Milyard di tiga lokasi, padahal lokasi-lokasi yang disebutkan dalam berita tersebut sampai sekarang masih kering kerontang, bagaimana anggaran bisa muncul milyard padahal lokasi belum tersentuh sama sekali,
Untuk hal-hal seperti ini siapa yang mau peduli?
usman al hasyim berkata,
November 28, 2008 @ 12:38 pm
bila gresik kota ku kaya dengan pohon pohon berasap, sayang penduduknya sebagian tidak menikma ti kemegahan pohon ber asap tersebut. dan bila melamar untuk mengapdi pohon yang berasap tsb.